SMPN 1 Tellu LimpoE memberi 3 Inspirasi

cropped-smpKepala Sekolah Sebagai Change Maker 

“Change is the only evidence of life”, Muslimin, sang kepala sekolah, meyakini betul kesadaran itu penting ditanamkan dalam benak setiap guru dan staf di sekolahnya. Langkah-langkah perubahan yang dilakukan, pertama, dirinya terus-menerus meyakinkan guru bahwa pembelajaran itu berarti menumbuh-kembangkan segenap potensi atau kecerdasan siswa. Setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Untuk mengembangkannya dibutuhkan cara dan proses yang tepat.
Kedua, Ia meminta guru supaya fokus pada peningkatan kriteria ketuntasan minimal pembelajaran setiap mapel. Ini penting untuk mengukur produktifitas pengajaran guru.Namun, ia selalu menyosialisasikan ke guru agar tidak memvonis siswa bodoh karena hasil buruk tes formalnya.

Menurutnya kecerdasan tidak dibatasi tes formal. Ia optimis kalau potensi atau kecerdasan itu selalu dinamis. Oleh karena itu, ia yakin kalau hasil UN bukanlah alat satu-satunya untuk mengukur sebuah kesuksesan pembelajaran. Tapi, dirinya memandang pembekalan kecakapan hidup sangat penting, dan itu dimulai dengan mengintegrasikannya dalam pembelajaran.

Ketiga, dirinya terus berkomitmen memenuhi alat,sumber belajar dan media pembelajaran yang dibutuhkan guru dan siswa. Ketersediaan itu penting sekali untuk mendukung pembelajaran kontekstual.

Guru Mata Pelajaran sebagai Manager Kelas
Semua guru berpacu meningkatkan capaian kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan melaksanakan pembelajaran aktif dan mengembangkan kecakapan hidup siswa. Gurudan kasek sepakat memilih pendekatan pembelajaran kontekstual.
Pembelajaran dikelola dengan cara berbasis laboratorium. 30 ruang belajar ditata menjadikelas sumber belajar. Hasil karya siswa dari setiap pembelajaran diseleksi dan dipajang secara artistik. Karya siswa juga diportofoliokan dalam map plastik lalu ditata mengitari ruang segi empat kelas. Tujuannya, agar terus menerus dapat digunakan sebagai referensi dari materi yang berkaitan.

Setiap kelas berfungsi sebagai ruang pembelajaran mapel tertentu. Oleh karena itu siswa belajar secara berpindah (moving class). 21 rombongan belajar (7 rombel masing-masing kelas 7, 8, dan 9) mobile setiap usai pergantian jam pelajaran (jam ke-3 dan ke-5). Ke-Ruang belajar tersebut diserahkan pengelolaannya ke setiap guru mapel. IPA 4 kelas; IPS 4 kelas; Matematika 4 kelas; Bahasa Indonesia 4 kelas; Bahasa Inggris 4 kelas; Agama 2kelas; PKN 2 kelas; TIK 2 kelas; Seni Budaya 2 kelas; Penjaskes 1 kelas; dan Muatan Lokal 1 kelas. Setiap guru mapel menjadi manager kelas. Ia bertanggung jawab memelihara keasrian, karakter, dan kekayaan kelasnya sebagai laboratorium pembelajaran

Membentuk Tim Pengembang Sekolah
Tim ini terdiri dari kasek sebagai supervisor dan semua koordinator MGMP sekolah. Back up legalitasnya adalah SK Kasek. Dibentuk awal 2010 setelah semua gurunya selesai mengikuti pelatihan modul BTL2 DBE3. Tanggung jawabnya meliputi: (1) Merawat pelaksanaan pembelajaran aktif; (2) Menganalisis ketercapaian tingkat KKM yang ditargetkan guru setiap mapel; (3) Menganalisis alat dan sumber belajar dan media pembelajaran yang dibutuhkan guru dan siswa; (4) Menginisiasi program peningkatan kapasitas guru; dan (5) Merumuskan Rencana Kerja Sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s